Seni Menjadi Orang Tua
Akhirnya menulis judul ini, setelah 3 tahun menjadi orang tua untuk dua orang anak. Gimana, apakah selucu yang nampak pada konten mom & kid? Jawabanku pribadi adalah "Iya."
Serunya itu, tiap hari jadi berasa amazing melihat tumbuh kembang bayi menjadi batita yang kian pesat ini. Tiap hari nambah aja celoteh lucunya.
Capek?
Ada banget, ternyata capek kalo dibayangin lagi dan disuruh ngulang lagi hahhhaa...aku ngga sanggup bayangin 1 tahun full mom eping (eping : exclusive pumping yaitu istilah untuk ibu dengan ASI diperah karena mungkin over supply ASI, atau memiliki aktivitas diluar rumah tidak bersama bayi).
Terus ngebayangin kebangun subuh untuk cek popok, bayangin bikin bubur MPASI itu, atau saat anak rewel karena sedang tidak enak badan. Wahhh...itu capek sih, ngga hanya jasmani juga rohani alias mental. Aku termasuk yang kena baby blues, padahal aku ngga sendiri urus bayi.
Mengelola ekspektasi itu sangat penting untuk diterapkan ketika itu memiliki anak. Menurutku ini adalah hal penting penyebab aku baby blues saat anak pertama.
Bak sebuah pengalaman, ketika pasca melahirkan anak kedua akupun lebih siap mental dan tidak menaruh ekspektasi terhadap berbagai hal. Hal terpenting tentang pola asuh ketika bukan aku yang mengasuh anakku karena aku meninggalkan mereka bekerja.
Aku mulai memahami, bahwa tidak akan sepenuhnya anak kehilangan arah ketika kita tidak sedang bersama mereka. Ada waktu tepat yang dapat mom wokring lakukan untuk membekali anak pesan moral dan panduan hidup.
Kalau kata orang, dikira menghadapi bayi begadang sudah yang paling susah. Nanti akan ada tahap anak Batita, anak Balita, anak SD, remaja, hingga nanti dewasa. Katanya bagian ketika anak kita menjadi remaja dan transisi menjadi dewasa adalah hal krusial sebab kita harus bisa menempatkan diri menjadi teman mereka bukan sebagai orang yang menggurui semata.
Ternyata itu tiap hari dan itu tidak boleh menjadi beban tapi sebuah kewajiban.
Orang tua itu harus menjaga waktu istirahatnya agar mentalnya tetap terjaga. Aku ngga ngerti kenapa kalimat ini ada di buku yang aku baca tentang menjadi orang tua. Tapi itu benar adanya, karena ketika mental kita baik bahkan saat anak-anak rewel atau membuat suatu hal yang menyebalkan maka akan nampak menggemaskan dan kita bisa merespon tanpa ikut marah sehingga melukai perasaan mereka.
Menjadi orang tua haruslah dengan pasangan yang mau saling belajar maka, ini tidak akan terasa sangat-sangat lelah karena lelah itu sudah dibagi dua.
Comments
Post a Comment
Terima Kasih sudah berkunjung ke Diah's Blog.
Silahkan berikan komentar dengan bahasa yang sopan dan tidak mengandung unsur SARA.