Punten Kopi, Matcha Mau Lewat Dulu

Hi readers,

Selamat hari Senin.

"Hah, Minggu berakhir..." tapi ya sudahlah, tetap semangat!

Kurang lebih begitu ya motivasi para worker setiap Senin. Hari pertama, Senin rasanya selalu datang bareng deadline baru, target baru, dan usaha ekstra buat nyari mood happy supaya bisa menjalani hari. Apalagi habis weekend, jujur aja, balik ke rutinitas itu memang butuh pemanasan.

Misi Mengurangi Kopi

Belakangan ini aku lagi mencoba mengurangi kebiasaan minum kopi setiap hari. Bukan karena nggak suka kopi, tapi pengen cari alternatif yang rasanya tetap comforting tanpa bikin aku terlalu bergantung sama kafein.

Pilihan jatuh ke... matcha.

Masalahnya, sebelum beli aku sempat galau banget. Ada beberapa brand yang lagi ramai seperti Pikulabs, Noomi Matcha, sampai Bitenza. Hampir semuanya menarik, tapi kebanyakan harus pesan online dari luar Bali lewat Shopee.

Aku sempat kepikiran pesan sameday, eh ternyata waktu itu baru mau checkout sekitar jam 2 siang. Otomatis pengirimannya baru jalan hari Senin juga. Ya sudah, daripada nunggu, aku memutuskan cari langsung aja.

Ketemu Matcha di Freshindo

Akhirnya aku mampir ke Freshindo Tukad Yeh Aya, dan dengan ekspektasi tinggi aku menemukan CY Beverage Matcha.

Hal pertama yang aku cek tentu komposisinya.

Untungnya tertulis 100% Matcha Powder, jadi makin penasaran buat nyobain pure matcha kayak gimana.

 

Eksperimen Pertama Tanpa Matcha Whisk

Sampai rumah, langsung deh bereksperimen.

Masalahnya... aku belum punya traditional matcha whisk (chasen).

Jadi solusi ala anak rumahan? Pakai milk frother aja.

Ternyata lumayan membantu buat melarutkan bubuk matcha tanpa ribet. 

  

Percobaan Pertama: Matcha Latte

Pertama yang aku buat tentu saja matcha latte.

Perpaduan matcha dan susu bikin rasanya creamy, tetap ada earthy khas matcha tapi lebih ramah buat lidah yang baru mulai masuk dunia matcha.



Percobaan Kedua: Teh Matcha (Usucha)

Nah, pagi tadi aku coba bikin versi yang lebih simpel, yaitu teh matcha tanpa susu.

Cara buatnya, pertama aduk 3gr matcha dengan 30ml air kemudian tambahkan air es atau air hangat tambahan. 

Surprisingly... aku suka.

Yang paling bikin senang, rasanya nggak pahit berlebihan. Justru lebih ringan dan ada sedikit rasa umami yang bikin pengen diminum pelan-pelan sambil mulai kerja.


First Impression

Sebagai orang yang baru mulai rutin minum matcha, menurutku CY Beverage Matcha cukup menarik untuk dicoba.

Kesan pertama:

  • Komposisinya 100% matcha powder.

  • Mudah dibuat meski tanpa alat tradisional.

  • Cocok untuk matcha latte maupun teh matcha.

  • Rasanya nggak terlalu pahit buat pemula.

Sepertinya ini bakal jadi teman baru di meja kerja selama misi mengurangi kopi masih berjalan. Sementara itu saat di kantor, kalo lagi pingin Matcha latte aku beli Cimory aja. Selain praktis rasanya  juga ngga terlalu pahit, tapi manisnya ngga bikin eneg.

Kalau nanti sudah beberapa hari rutin minum, mungkin aku bakal bikin review lanjutan soal efeknya ke fokus, energi, dan apakah benar bisa jadi pengganti kopi buatku.

Kalau kalian tim kopi atau tim matcha?

Sampai ketemu di cerita berikutnya.

 

See you soon :)







Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : Wardah Acnederm Series

REVIEW : EMINA Bright Stuff Tone Up Cream

Rias Tari Bali (Part II di tahun 2016)