PSR 2016 : Tahun Terakhir sekaligus Review Lisptick La Tulipe




Ngiring para Yowana Bali, Ajegan budaya Baline !

Hi readers,
Berbicara tentang melestarikan suatu budaya, tak lepas dari upaya individu bahkan masyarakat untuk mengenal lebih dalam budaya sendiri. Salah satunya budaya di Bali. Budaya kemudian berkembang menjadi kebudayaan yang berarti hasil cipta, rasa karsa yang berasal dari akal/budi/pikiran manusia. 
Setelah mengenal budaya sendiri lanjut untuk mempelajari budaya sendiri dan menjaga kelestarian budaya tersebut.

Seni termasuk dalam tujuh unsur kebudayaan. Tak asing lagi jika Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia karena keunikan seni dan budayanya. Namun seiring pesatnya arus globalisasi budaya lokal seakaan tergeser oleh budaya asing. Lalu apa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga eksistensi atau melestarikan budaya tersebut?

Salah satunya PSR. PSR singkatan dari Pekan Seni Remaja yang diadakan tiap tahunnya oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. Tak hanya PSR ada juga PORJAR singkatan dari Pekan Olahraga Pelajar. Keduanya biasa disingkat PORSENIJAR.


Dalam PORSENIJAR/PSR tahun 2016 aku ikut dicabang yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu nyurat aksara. Karena tahun ini tamat SMA makan ini adalah PSR terakhir.
SD, SMP, dan SMA bersyukur mendapat kesempatan mengikuti PSR. 

Saat SD dan SMP aku ikut cabang PSR Kidung, merupakan nyanyian suci untuk upacara keagamaan.
Kemudian di SMA ikut cabang nyurat aksara.

FYI, nyurat aksara itu bagaimana ?

1. Mengukir aksara Bali dengan alat yang disebut pengrupak di atas daun ental (lontar).
Pengrupak itu bisa dilihat pada gambar yang bentuknya seperti pisau. 
Tidak seperti pisau, bagian yang tajam hanya pada ujung pengrupak. 


2. Jika sudah selesai mengukir aksara, digosok dengan kemiri yang sudah dibakar lalu dibersihkan dengan kapas atau tissue.

3. Begini hasilnya jika sudah dibersihkan dengan kapas atau tissue.
Karena lontar ini bisa saja berjamur. Cara perawatannya dengan rutin membersihkannya dengan minyak sereh dicampur alkohol untuk masa penyimpanan yang lama. Jangan dijemur ya nanti lontarnya mengkerut.



3 kali ikut PSR di SMA aku selalu berusaha meningkatkan kualitas karya. Seditaknya apa yang saya perbuat sudah berusaha yang terbaik, terlepas dari kegiatan lain terutama persiapan PSR tahun ini ada kegiatan lain yang mengurangi waktu latihan, tapi ngga apalah :) 

selalu bertiga, aku sama Dayu (kanan) sudah kelas 3 alias tamat tahun ini :) Siti (Tengah)
dia masih kelas 2.



Rasanya tidak salah jika aku menyebutkan, dalam budaya jangan mengharapkan hasil tetapi berusahalah untuk mnecintai dan melestarikan budaya tersebut. Karena budaya sebagai jati diri terlebih lagi bisa menjadi suatu kebanggan, namun bukan kebanggan berlebih.

Selain berlatih untuk apa yang dilombakan agar terbaik,  seperti biasa sasakan juga harus on!
Tetap berias sendiri hehheee
"Pokoknya sasakan harus oke. Make Up harus ok, mau buat kenang-kenangan di PSR terakhir masa-masa jadi anak SMA." #sasakanmodeon

Banyak yang ngira kalau aku ikut Lomba Tata Busana wkwkkkk

Lebih dari semua pengalaman luar biasa ini aku berterima kasih kepada guru-guru di SMA Negeri 5 Denpasar. Salah satunya Bu Pariyati yang pertama kali memberi kesempatan untuk menawariku belajar nyurat aksara dengan bimbingan dosennya terdahulu saat kuliah Sastra Bali.





--------------------------------------------------------------------------
Selain cerita PSR 2016 aku juga mau review Lipctick La Tulipe baru hehhheee




Lipstick yang warnanya sangat mirip dengan lipstick guru tari di SMP, membuat aku penasaran pingin banget beli warna lipstick seperti ini. Padahal Revlon Lip Stain yang aku punya warnanya seperti ini juga. Memang ya manusia tidak ada puasnya :D

Lipstick La Tulipe No.18


Lipstick ini mudah diaplikasikan terutama pakai kuas ya untuk membentuk garis bibir dan menjangkau sudut bibir biar ngga cemong hehhee

setelah selesai lomba

Hasilnya matte semi glossy. 
Untuk daya tahannya normal lah aku pakai dari pagi sampai siang, 07.00 - 13.00 WITA masih menempel di bibir.  Awalnya akan sedikit glossy, tapi lama kelamaan glossy-nya berkurang dan jadi matte.

Warna Fuschia bukan warna yang langka sih, tapi warna yang unik bagiku selain memberi kesan bright di wajah, juga memberi kesan tegas namun tetap manis. 

Harga Lipstick La Tulipe ini sekitar Rp 46.000,-

Apa lagi ya?
Kalau ada adik-adik yang bertanya tentang nyurat aksara email aja aku di diahariestya0604@gmail.com ya :) Semoga kakak dapat membantu setahu dan sebisanya :)
Mau tanya yang lain soal make up juga boleh hehhee



See you soon :)



Comments

Jangan lupa subcribe